Tampilkan postingan dengan label speak out. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label speak out. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 03, 2009

It started on february 2009…

It started on february 2009…

A month that i’ve been waiting for. Hehehe, it feels like i’m still a little girl. So excited about the birthday. In the mean time, this is the month that I start to feel something improper. I don’t know why, but most of all I don’t know what is it. Whatever is it, I absolutely convinced there’s something that wasn’t doing fine.

God always answer your question. Eventually, I found it. Something that I was always questioning for almost 1 month lately. The fact covered up, and it hurts. I swear to God, it hurts. Oh, how could this happen to me? This is the part that everybody said “Life is a b*tch?”. Something that u always trust and hope. It started to be nothing. Everything that have built up, one by one, step by step, from time to time, was almost screwed up. I’m totally upset.

I’m angry, I cry all night long, I moan, I try to figure it out “why”, I ask my mom to sleep next to me, I was working badly, I can’t react my friend’s jokes, I hate being alone, I let my brother taking care of me, I waste time, I hope it wasn’t real, I thought it was a nightmare, I protest to God, I’m totally pathethic.

And then…I start to make myself calm, I hypnotize myself into something good, I say “astagfirullah” more often than before, I raise my working spirit, I meet my old friends, I make a joke, I take the trip, I drive Go-Kart, I always pray for “that something”, I buy new clothes, I read books, but why do I still feel the pain???

You can hope everything. But everything doesn’t have to be like you expect for. That’s what I called test of life. Insya Allah, it makes you stronger and better. Amin.


Ok, that’s all done.
From now, I’m doing fine. I’ll keep that in mind. (^_^)v

Selasa, Maret 17, 2009

Untukmu, yang ke-seribu kalinya...

Pertama baca kata-kata itu dari buku The Kite Runner. Semua pasti udah pada tau Kite Runner cerita tentang apa.
Hal dari novel itu yang "nampar" gw banget adalah keikhlasan dan kesabaran. 2 hal yang masih jauh bgt dr kehidupan gw selama ini. Tokoh Hasan dalam novel itu ngegambarin banget tentang gimana orang yang sabar dan ikhlas tanpa menginginkan balasan apapun. Awalnya sih gw berpikir kalo Hasan itu bodoh. Mau-maunya berbuat baik sama orang (Amir) yang bahkan ga pernah mengakuinya sebagai teman. Hanya mencari Hasan kalo butuh, dan bolak-balik menyakiti Hasan. Tapi apa tindakan Hasan? ga pernah sedikitpun Hasan marah, dendam apalagi berhenti menyayangi dan berbuat baik kepada Amir.
Hal tersebut sedikit-banyak merubah cara bepikir gw, bahwa kalo kita melakukan sesuatu jangan tanggung-tanggung dan jangan pernah mengharap balasan apapun. Jangan karena kita merasa sudah melakukan yang terbaik tetapi apa yang berbalik tidak sesuai harapan, lantas kita berhenti berbuat baik. Bukan begitu ternyata. Jadi ingat apa kata guru ngaji gw dulu bahwa sabar itu gak ada batasannya. Jika ada orang bicara "ok, kesabaran gw ada batasnya!", itu berarti dia belum sabar.




Ikhlas. Hidup akan lebih ringan jika kita ikhlas. Karena insya Allah, ridho Allah-lah yang paling pantas dan paling wajib kita cari.

Selasa, Januari 27, 2009

Obamaniacs

Obama masih jadi topik pembiacaraan paling heboh akhir2 ini (selain serangan Israel ke Palestina dan berita tentang salah satu personil Trio Macan yg kesurupan saat mentas....:-p).

Tadi malem ketika lagi asik baca The Kite Runner sambil iseng gonta-ganti channel TV. Ada acara diskusi tentang kepemimpinan Obama atau paling ga akan jadi bagaimana kepemimpinan Obama nanti. Lalu yg agak ganggu buat gw adalah, ketika ditampilkan pidato kenegaraan Obama. Di pidato itu gw cukup lega karena akhirnya dia nyinggung2 juga masalah Israel-Palestina. Dia bilang rakyat Palestina butuh bantuan bahan makanan dan obat-obatan. Bagus, akhirnya dia speak out juga. Tapi yg rada bikin gw males adalah ketika dia bilang mengutuk Hamas karena meluncurkan roket-roketnya ke Israel, yang membuat Israel membalas hingga membantai 1400 nyawa gak berdosa (jumlah korban adalah statistik pada tanggal 19 Januari 2009).

Masalah pendapat Obama tentang agresi Israel ke Palestina, gw ga sependapat. Secara kasar, dia sama aja bilang apa yg dialami rakyat Palestina sekarang akibat ulah mereka sendiri. Padahal data statistik udah jelas2 ngasi tau jumlah korban yang jatuh. 13 di pihak Israel : 1400 di kubu Palestina (gak tau juga kalo pada detik gw nge-post tulisan ini jumlah korban udah berubah). Dan menurut gw yang bermasalah adalah Israel-Palestina, bukan Israel-Hamas. Masalah ini sedikit banyak udah berakar sejak perang salib, apa lagi kalo bukan tentang the promised land. Kalo waktu gw kuliah dulu, dijelaskan kalo emang Yahudi adalah kaum yg sebenarnya gak memiliki tanah air. Sejak tahun 1948 bisa sampe punya ”tempat” di daerah yg sekarang disebut Israel adalah gak kurang karena campur tangan negara2 besar kayak AS dan Inggris (kalo ga salah kesepakatan ini ada di perjanjian Balfour). Wilayah Israel dulu pun ga seluas sekarang. Mereka menggerogoti wilayah di sekitarnya (dimana suku bangsa Pillistin udah lebih dulu ada di situ). Kalo sekarang masalahnya makin panas ya karena ada bumbu2 lain, belum lagi campur tangan pihak2 yang punya kepentingan terselubung.

Back to Obama, yah, bener aja kan. Ternyata itu yah pendapat si anak Menteng (yg cuma bertengger di Menteng 2 taon). Gw pribadi dari awal, tidak terlalu merasa ”heboh” seperti yg dirasakan orang2 terhadap si Obama. Bukan, bukan maksud mendiskreditkan dia. Gw appreciate kok sama keberhasilannya. Gw selalu appreciate and amazed sama keberhasilan yg berasal dr minoritas. Gw akuin pencapaiannya hebat. Tapi reaksi publik (para Obamaniacs) yg mana terlalu ber-euforia, terlalu berharap banyak, terlalu mengelu-elukan Obama-lah yg bikin gw gerah. C’mon, dia siapa sih???siapa sih dia???. Kalo jawabannya Presiden negara adidaya, udah basi. Negara adidaya itu skrg diambang kekacauan (atau emang udah kacau??) akibat resesi. Negara adidaya itu lagi kelimpungan untuk ngobatin penyakit addicted to oil-nya (note: USA mengkonsumsi ¼ produksi minyak yg dihasilkan dunia).

Kalo dr yg gw baca di blog-nya Adhitya Mulya begini nih: gimana bisa kita berharap secara berlebihan sama satu orang presiden Amerika ketika 5 presiden Indonesia aja gak bisa ngerubah nasib guru di daerah yang masih aja memprihatinkan?. Setuju banget. Ngapain kita ngegantungin nasib negara kita sama presiden dr negara lain hanya karena romantisme masa lalu. It doesn’t make sense. Sampe ada acara tumpengan segala di SD Besuki di Menteng (apa sih nama SDnya Obama waktu di Menteng??bener ga nih yg gw tulis??), dan tentu aja orang2 yang pernah sekolah bareng dia bangga-nya setengah idup (mudah2an Obama masih inget sama mereka).

Pendapat Obama mengenai konflik yg lagi nge-hype skrg (Israel-Palestina) yang bahkan ga disentil-sentil acan waktu pidato pelantikannya, makin menguatkan gw bahwa adalah benar untuk tidak berharap banyak sama dia. Tidak berharap banyak berarti masih berharap donk???. Halah, gw berharap, dikit. Gw harap sih dia bisa dengan becus mimpin negaranya, gak ”diselengkat”(bener gak nih bahasanya???) orang2 yang pengen ngerebut posisinya, ga dijadiin sasaran sniper iseng (just like JF.Kennedy) and most of all bisa sedikit nge-reform tabiat negara yg katanya super power itu. Gw sama sekali gak berharap dia mau dan punya waktu untuk masukin negara gw ke dalam list urusan yang akan dia bereskan. Gw lebih suka ”produk lokal”, hehehehe....


P.S Piss....v(^_^)v

10.35 AM
January 26th, 2009